Sekilaspengantar ilmu tasawuf i. Misteri tentang misteri itu sendiri, dan lain sebagainya. Doc Makrifat 1tanya Jawab Syehc Siti Jenar Eka Priyatma - Academiaedu Pernyataan ini bukan dari sabda nabi saw. Pertanyaan tersulit tentang tasawuf. Pertanyaan tentang sejarah masuknya islam di indonesia perbedaan mendasar ilmu kalam, filsafat islam dan tasawuf. SoalUlangan dan Jawaban Aqidah Akhlak Materi Tasawuf dalam Islam Kelas XI Aliyah Pilihlah Jawaban yang Paling Benar dari Alternatif jawaban A,B,C,D atau E di bawah ini. 1. Secara etimologis, kata sufi antara lain berasal dari kata dasar saff yang berarti . A. Kain wol B. Baris dalam salat C. Beranda masjid D. Kesucian E. Sederhana 2. Pembahasanmasalah ini kita masukkan disini karena berkaitan dengan pembahasan tentang akhlak, sehingga dikatakan bahwa ilmu akhlak ini membahas tentang tingkah laku dan perbuatan manusia dan menetapkannya baik atau buruk. 2. Tujuan. Untuk mengetahui masalah yang disebut baik dan buruk, indicator yang dapat digunakan untuk menilai baik dan Pertama peran tasawuf adalah niat seseorang ketika melakukan ibadah shalat (5 waktu). Jadi, semua bergantung terhadap niat yang didengungkan lewat hati yang itu hanya diketahui oleh Allah dan diri sendiri. Kedua, Akhlaq tasawuf berperan terhadap dampak dari proses ibadah tersebut. Kita pasti sering mendengar dalil tentang: Mohon tunggu Akhlaktasawuf bukanlah tingkah laku manusia melainkan perbuatan yang dilakukan atas kemauan manusia itu sendiri yang selalu dilakukannya dan kemudian mendarah daging dalam diri manusia itu sendiri. 1. Berupaya menyelamatkan diri dari akidah-akidah syirik dan batil. 2. Melepaskan diri (Takhalli) daripenyakit kalbu. 3. PertanyaanTentang Moral - Soal Uas Akhlaq Tasawuf Pdf - Menkes budi gunadi sadikin memberikan pesan untuk pemburu vaksin ketiga atau vaksin booster. 18 Okt, 2021 Posting Komentar Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas sebaiknya anda terlebih dahulu membaca . 15 pertanyaan untuk meningkatkan semangat kerja, moral & budaya kerja . Tasawufyang dapat diaplikasikkan didalam kehidupan sehari-hari Nahh jujur, untuk point ini saya sendiri juga bingung jawabnnya gimana. Jika saya jawab teori tasawuf akhlaki, dalam hal takhali (mengosongkan), tahali ( mengisi) tajjali (terdapat atau ada). Nah dari 3 hal itu tidak semua sifat buruk dapat saya hilangkan dengan mudah. Kalaukita tidak tahu, kita bertanya ke yang lebih tahu. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai akhlak dan adab dalam islam. Pertanyaan Tentang Konsep Akhlak Dalam Islam Jejak Belajar Dahulu pernah merusak puasanya sejak beberapa tahun dan tidak. Pertanyaan tentang akhlak dalam islam. Disebutkan bahwa akhlak adalah buah dari keimanan dan keistiqomahan seseorang HUxo6dI. PERTANYAAN AKHLAK TASAWUF-3PertanyaanDalam Buku yang berjudul "Sufi Healing" salah satu bab mengatakan bahwa dalam sejarah perkembangannya Tasawuf pernah mengalami masa pemurnian kembali, artinya dalam praktiknya tasawuf pernah diklaim menyimpang dari syari'at kemudian dimurnikan kembali agar sesuai dengan syari'at. Pada fase ini, abad ke-8 H praktik tasawuf pada masa ini dianggap telah jauh dari ajaran Islam sehingga banyak pihak menganggap tasawuf adalah bid'ah, penuh kufarat, mengabaikan syari'at, serta irasional. Oleh karena itu, praktik tasawuf mendapat kritikan keras dari Ibnu Taimiyah dan Ibnu Attah' saya, bagaimana bentuk praktik tasawuf yang menyimpang, dan cara menghindarinya agar kita tidak terjerumus ke jalan penyimpangan tersebut? Sehingga kita dapat menjalankan tasawuf sesuai dengan tujuan asal, yaitu mencapai kebahagiaan bersama Allah. Terimakasih.by Adhimas Alifian YuwonoJawabanThanks mas Adhimas untuk pertanyaannya, jalan tasawuf adalah jalan yang paling menenangkan dalam kehidupan. Namun, seseorang tidak bisa langsung berada pada tahapan ini. seseorang yang memilih hidup bertasawuf, harus melewati maqam-maqam sebelumnya, yaitu - Syariat- Hakikat- Thariqat-. kata sederhananya begini, manusia harus kaya dan sukses dahulu untuk menuju sufi. jangan sampai sufi dianggap hidup dengan dzikir saja. sebab, orang yang telah menikmati dunia dengan cukup, kedekatan diri dengan Tuhan serta semesta jauh lebih bermanfaat dan praktek tasawuf di dunia ini sering kali disalah pahami hidup zuhud tanpa berusaha keras untuk kebahagiaan keluarga, tidak bekerja dan hanya disibukkan dengan dzikir. padahal tanggung jawab manusia di dunia ini salah satunya ada "bekerja" baik untuk keluarga orang tua atau pasangan hidup serta al-Jilani Penyimpangan di bidang tasawuf adalah penyimpangan pelaksanaan ajaran tasawuf dari akidah dan syari'at Islam. Al-Jilani menganggap bahwa kelompok-kelompok sesat tersebut tidak kafir. Kecuali bid'ahnya sangat berat sehingga menjadikannya murtad/ penyimpangan tentang kekeliruan dalam memahami konsep "wahdatul wujud-manunggaling kawulo gusti" banyak beberapa orang memahmi kalimat tersebut dengan meninggalkan syariat. Contohnya orang merasa dirinya sufi namun tidak shalat, puasa dll..Syeih KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU, menjelaskan tentang hakikat tasawuf serta penyimpangannya dalam dua kitab yaitu, Risalah ahli sunah waljamaah dan al dhurrar al Muntahsirah fi al-masail al-tïsa’as syarah. Kitab Al dhurar ditulis oleh Syekh Hasyim Asy’ari khusus mengkaji tentang wali dan tariqah dunia tasawuf juga dalam cabang-cabang ilmu lain dalam kenyataannya memang terdapat cendekiawan palsu yang membelokan jalan dari aturan syariah. Kewajiban syariat bagi penganut tariqoh sufi dan para sufi tetaplah wajib dijalankan, dimanapun kapanpun dalam keadaan apapun. Syeikh Hasyim menolak jika kewajiban syariat Nabi Muhammad itu terpakai untuk orang tertentu dan terbatas pada waktu tertentu. Orang yang meyakini gugurnya syariat pada orang dan waktu tertentu dikatakan sebagai orang yang mendustakan dan merendahkan al-Qur’an yang agung istihza anil Qur’anil adzim.Cara menghindari dari ajaran tasawuf yang menyimpang adalah mencari guru spiritual yang benar-benar shaleh secara general, bisa dilihat dari nasab, sejarah perjalanan beliau, sikap dan ucapan apabila orang tersebut adalah orang yang takut dengan tuhan- rajin ibadah, baik dan menghormati sesame manusia, bermanfaat bagi banyak umat, tidak culas, jujur, pandai dan cerdas, bahkan ada yang menambah syarat menjadi guru spiritual/kiai adalah yang pernah bermimpi atau langsung ketemu dengan Nabi Muhammad SAW. Wallahua’lamPertanyaanBagaimana seseorang dapat menjadi seorang sufi? Apakah dengan berguru kepada ahli sufi terdahulu, atau belajar dengan sendiri atau bagaimana?. Lalu, bagaimana sikap kita apabila bertemu dengan sekumpulan atau seorang sufi tapi orang tersebut tidak berperilaku seperti sufi. Apakah kita harus mengabaikannya atau seperti apa?Mengingat, kita bukan seorang sufi. Terima kasih.by Adika Hary HermawanJawabanThanks mas Adika, seseorang menjadi sufi harus melewati beberapa maqam yaitu syariat-hakikat-thariqat. Tanpa melewati maqam-maqam tersebut, sufi kita hanya sebatas fatamorgana. Sebab menjadi sufi adalah sangat berat-berat bagi manusia yang masih menginginkan uang, kekuasaan dan penghormatan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa mencoba, mendkatkan diri kepada Tuhan dengan berpedoman pada teks adalah pilihan. Mendekatkan diri kepada Tuhan tidak hanya melalui shalat, puasa, zakat dan lain-lain. Shalat dan sebagainya adalah kewajiban kita sebagai umat muslim, namun kita juga harus berbuat baik dengan sesame manusia dan alam sekitar, bahkan terhadap arwah pendahulu kita memiliki etika untuk mendokan. Ulama yang telah sampai pada tingkat ma'rifat, ia semakin arif, ibarat padi, semakin berisi semakin menunduk. Semakin tinggi derajat kesufiannya semakin tidak diketahui orang bahwa ia akhli ibadah. Oleh karena itu riyadah usaha yang bisa kita lakukan untuk menuju ke jalan tasawuf adalah -takut kepada Tuhan dengan menjalankan segala aturan dan mnjauhi larangan -jujur, bertanggung jawab dan sebagainya -melakukan olah batin untuk menundukkan hawa nafsu pamer, iri dengkiUntuk mendalami jalan tasawuf usahakan memiliki guru spiritual yang dipercayai kealimannya orang alim bukan hanya yg rajin shalat, namun sikap dan perilakunya kepada hamba Tuhan sangat manusiawi, menundukkan hawa nafsu, menguasai ilmu Tuhan, dll, usahakan guru bisa ditemui secara face to face, bukan berguru dari tulisan-tulisannya saja, sedangkan tulisan-tulisan ulama sufi terdahulu sebagai penguat dan penambah wawasan. Sebab, jika tanpa guru, dikhawatirkan nalar manusia akan salah faham dan menjadi ajaran yang kurang kita bertemu dengan sufi namun karakternya tidak mencerminkan hamba yang tunduk kepada Tuhan masih ada sombong, iri dengki, tidak bisa menghilangkan keduniaan maka kita harus menghormatinya sebagai sesame manusia, dan berlindung kepada Tuhan dari godaan sikap-sikap yang dapat merusak keimanan. Wallahua’lam Pertanyaanmengenai materi yang mba-aris sampaikan, pada penjelasan dr PPT akhlak Tasawuf adalah hubungan manusia dengan tuhan-nya.. dan Kalau tidak salah orang yang sudah mencapai titik Tasawuf ini disebut "Sufi", pertanyaan saya ~sebenarnya apakah hakikat Dari Tasawuf dan sufi ini ?~ Apakah ciri orang yang dianggap sufi ini adalah orang yang Setiap hari nya mendatangii majelis ilmu/pengajian dll, dilihat rajin ke masjid. Apakah Itu Termasuk Sufi ?~ Bagaimana kah ciri orang yang benar" mencapai titik Tasawuf Itu? Terima kasih . by RizqitaJawabanThanks mb Rizqita, pertanyaa pertama mengenai hakikat tasawuf adalah ketaatan kepada Allah SWT, cinta kepada sesama makhluk, makrifat akan kekurangan yang ada pada diri sendiri, mengetahui tipu muslihat dari setan dan pencegahannya, serta perhatian mereka dalam meningkatkan jiwa ke tingkat yang murni dan menjauhi hal-hal yang menyimpang dan terlampau selanjutnya tentang orang yg rajin melakukan ibadah wajib, tidak selalu. Sebab shalat-puasa dan sebagainya adalah kewajiban muslim. Faktanya, banyak orang rajin datang ke tempat majlis agama namun sifatnya masih suka iri dengki, julid dan lain sebagainya. menjadi sufi adalah sikap bagaikan padi semakin berisi semakin yang utama adlah orang tersebut bersikap tenang, tawadu’, mencintai Tuhan dan ciptaannya, cinta kasih kepada sesame. Wallahu a’lam. Related PapersSOAL 1. Deskripsikanlah pengalaman saudara mengikuti perkuliahan akhlak tasawuf selama satu semester ini! JAWAB Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelumnya saya ingin mendeskripsikan siapa diri saya dan kenapa saya bisa ada di prodi Sistem Informasi 4 dan sekarang mempelajari mata kuliah akhlak tasawuf. Saya AFRIDAYANI dari Sistem Informasi-4 Semester 1. Saya berasal dari SMA Negeri yang ada di kota saya, di sekolah saya tersebut tidak terlalu mendalami pelajaran agama islam dan hanya sekedar " tahu " saja namun tidak mendalami, dan sewaktu sekolah saya tidak mengikuti organisasi yang berhubungan dengan keagamaan karna waktu itu saya disibukkan dengan kegiatan perlombaan cerdas cermat. Setidaknya, dengan adanya pengajian didaerah rumah saya, saya mendapatkan ilmu agama lebih banyak lagi. Selama masa sekolah saya selalu bertanya-tanya mau jadi apa saya setelah tamat SMA ini. Saya bertanya dalam diri saya, apa hal yang benar-benar saya sukai. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan komputer, karena pada saat saya kelas 3 SMA saya belajar mengenai Software " Corel Draw " untuk membuat logo perusahaan atau logo usaha. Saya benar-benar suka dengan Software " Corel Draw " , jadi saya memutuskan untuk membantu teman-teman saya membuatkan tugas logo mereka. Dan dari situ saya mendapatkan uang jajan tambahan, alhamdulillah. Serta saat itu saya sudah dapat membuat web sederhana yang bisa dibilang sudah lumayan. Karena, pada saat itu teman-teman saya yang lainnya belum dapat membuat web tersebut. Bisa dibilang saya lumayan menguasai. Jadi, saya rasa saya sudah cukup memiliki modal untuk mengambil jurusan Sistem Informasi. Dan juga saya sangat antusias untuk mengambil jurusan Sistem Informasi dikarenakan kakak saya adalah dosen jurusan Sistem Informasi di Universitas swasta dikota saya. Jadi, saya memutuskan untuk mengambil jurusan Sistem Informasi. Pada saat SNMPTN saya mengambil jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi di UNIMED, namun belum rezeki. Lalu saya mencoba jalur SBMPTN dan lagi-lagi mengambil jurusan yang berhubungan dengan komputer, yaitu Sistem Informasi dan juga Teknik Informatika. Kenapa saya sangat antusias terhadap jurusan yang berhubungan dengan teknologi atau komputer? Karena menurut saya teknologi itu akan terus berkembang seiring berjalannya waktu jadi saat mempelajarinya kita tidak bosan karena setiap tahunnya teknologi akan terus berkembang dan juga menurut saya " orang komputer " lebih banyak peluang kerjanya dan dapat menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Saat SBMPTN saya membuat pilihan pertama di Unsyiah, Aceh dan pilihan keduanya di UINSU Medan dengan jurusan Sistem Informasi. Dan pada saat pengumuman alhamdulillah saya lulus di UINSU Medan. Saat pembagian kelas saya masuk dikelas Sistem Informasi-4, saya pun mulai berkenalan dengan teman sekelas saya. Saya tidak pernah menyangka akan ada mata kuliah " Akhlak Tasawuf " , karena ini merupakan baru pertama kalinya saya mendengar ada mata kuliah Akhlak Tasawuf. Pada saat pertama kalinya belajar mata kuliah Akhlak Tasawuf, saya sempat khawatir akan sangat tidak paham dan tidak nyambung karena ini pertama kalinya saya mengetahui adanya mata kuliah tersebut. Namun, saat pertemuan pertama kali kita hanya melakukan pengenalan satu sama lain agar lebih akrab lagi, saya dan teman teman saya pun mulai mengenalkan diri satu per satu kepada Bapak. Kesan pertama benar-benar menyenangkan karna belum mulai belajar karena kita hanya melakukan perkenalan dan Bapak menyampaikan teori apa saja yang akan dipelajari di mata kuliah akhlak tasawuf DEFINISI Karya-karya para sufi telah menunjukkan bahwa tasawuf sebagai disiplin ilmu dirancang sebagai media informasi bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah para penempuh jalan tasawuf akan dapat meraih kemantapan tauhid dan makrifat. Sebab itu, para sufi menyusun teori mengenai usaha-usaha untuk menempuh perjalanan spritual berupa tangga-tangga pendakian spritual yang disebut al-maqâmât. Hakikat al-maqâmât dapat dilihat dari karya-karya sufi yang biasanya juga diiringi kajian tentang al-ahwâl, sebab keduanya tidak bisa dibahas secara terpisah. Dengan demikian, al-maqâmât adalah tingkatan-tingkatan spritual seorang sufi, dari tingkatan paling mendasar sampai tingkatan tertinggi, yaitu dekat dengan Allah Swt., yang diperoleh sâlik secara mandiri melalui pelaksanaan 'ibadah, mujâhadah, dan riyâdhah secara terus menerus. Para sufi telah merumuskan susunan al-maqâmât dan al-ahwâl secara berbeda, sebagai dampak dari perbedaan pengalaman spritual mereka, bahkan sebagian sufi menerangkannya secara simbolis melalui novel-novel mistis yang sebenarnya menjelaskan perjalanan spritual seorang sâlik menuju Allah Swt. Mengenai al-ahwâl, para sufi telah menybutkan beberapa keadaan hati seorang sâlik yang diraskan selama melewati beragam tingkatan. Sejumlah al-ahwâl tersebut merupakan pemberian Allah Swt. kepada sâlik yang sedang menjalani beragam ibadah untuk menapaki satu persatu maqâm dari yang awal sampai yang sampai akhir sebagai puncak tertinggi dari kedudukan spritual yang mungkin dicapai seorang para sufi telah menunjukkan bahwa tasawuf sebagai disiplin ilmu dirancang sebagai media informasi bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sehingga para penempuh jalan tasawuf al-murid/ al-salik akan dapat meraih kemantapan tauhid dan makrifat. Sebab itu, para sufi menyusun teori mengenai usaha-usaha untuk menempuh perjalanan spiritual thariqah berupa tangga-tangga pendakian spiritual yang disebut al-maqamat. Maka dari itu dalam kitab al-Luma', al-Thusi menjelaskan bahwa maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupunmujahadah. Di samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Sesuai'dengan Ibrahim/14 14, dan al-shaffat/ 37 164. Sedangkan Al Ahwal adalah kondisi kejiwaan atau keadaan hati qalb seorang sufi sebagai akibat dari kemurnian zikirnya, yang diperoleh sebagai karunia Allah dan bukan dari usahanya keadaan mental.PENDAHULUAN Artikel ini akan mengkaji tentang " Al-Maqamat dan Al-Ahwal " .Kajian ini menggunakan metode deskriptif analitis berdasarkan buku yang berjudul " Gerbang Tasawuf " karangan Tujuan Kajian ini agar para pembaca lebih bisa memahami tentang Al-Maqamat dan Al-Ahwal dengan dukungan ilmu dan pendapat dengan sumber yang dapat dipercaya. Maka dari itu akan dibahas tentang Al-Maqamat dan Al-Ahwal tersebut dengan umum dan terkait dengan ilmu tasawuf itu sendiri berdasarkan pendapat para ulama-ulama sekarang yang berdasar pada ulama terdahulu dari sumber buku yang tepercaya AL-MAQAMAT Dalam memperoleh maqam tertentu,selain wajib menjalankan berbagai bentuk ibadah,mujahadah, dan riyadhah, seorang salik harus melakukan khalwah dan uzlah dalam melaksanakan perjalanan spiritual menuju Allah swt. Dalam Risalah al-Qusyairiyah, al-Qusyairi menjelaskan bahwa menyepikhalwah adalah sifat ahli sufi, dan mengasingkan diriuzlah menjadi tanda seseorang telah bersambung dengan Allah Swt., praktik agama seperti ini memberikan manfaat dan keuntungan bagi penegak dan penempuh jalan seperti menghindarkan diri dari semua sifat tercela, menghasilkan kemuliaan,mendekatkan diri kepada Allah swt. dan mengobati hati. Dalam mendapatkan al-maqam dan al-ahwal, seorang sufi harus menjalankan amalan-amalan agama secara benar. Ilmu-ilmu sufi adalah ilmu-ilmu tentang keadaan-keadaan al-ahwal yang diturunkan dan digenerasikan dari amal-amal tertentu dan hanya dialami oleh orang yang istiqomah mengamalkan agama dengan sungguh sungguh dan benar. Langkah menuju amalan yang benar yaitu mengetahui hukum-hukum syariatal-ahkam al-syariah,Pertanyaan Pengalaman saudara mengikuti perkuliahan Akhlak Tasawuf selama satu semester ini ! Pada awal masuk di dunia perkuliahan tepatnya di Universitas Islam Negri Sumatera Utara UINSU Medan saya merasa aneh dengan beberapa mata kuliah agama seperti Akhlak Tasawuf yakni a. Penampilan baik itu dosen dan mahasiswa/mahasiswi di perkuliahan UINSU medan berbeda dengan Universitas umum yang lain salah satunya yaitu harus bercelana dosen rata-rata masuk memakai peci/lobe. b. Mata kuliah Yang pada umumnya sebelum masuk di dunia perkuliahan tidak mengenal pelajaran agama yang seperti kata katanya terkadang asing untuk didengar. Bagi beberapa orang matakuliah yang satu ini terdengar asing di telinga mereka karena kebanyakan mereka dengar mungkin matakuliah lain seperti Matematika Distrik,pemrograman juga dengan saya ketika awal memulai dengan matakuliah ada temen saya yang beranggapan bahwa matakuliah ini nntnya akan mendapatkan ilmu-ilmu seperti masa lalu seperti ilmu kebal dan dari itu saya akan jelaskan sedikit tentang matakuliah Tasawuf ini lewat pengalaman saya selama kuliah di matakuliah ini. Awal saya masuk menjadi mahasiswa tingkat pertama,mata kuliah yang di berikan berupa akhlak tasawuf,teologi islam dan lain satu ini saya dijelaskan mengenai tentang definisi sampai mau selesai semester ganjil ini saya kurang paham tentang yang saya ketahui bahwa tasawuf merupakan usaha menyucikan diri dengan mendekatkan diri pada allah swt serta menjalankan syariatnya beserta matakuliah ini saya diajarkan cara berdzikir dengan benar yaitu dengan menggerakkan kepala namun ada juga cukup dalam hati saya yang hanya lulusan SMA Nama Zaidatun Masruroh Nim 1403066032 Kelas PM 4B Makul Akhlak tasawuf Dosen Soeparyo UJIAN TENGAH SEMESTER UTS 1. Arti dan Makna dari beberapa Istilah a. Akhlak dan ilmu akhlak serta ruang lingkupnya • Pengertian Akhlak dan Ilmu akhlak Secara etimologi, kata akhlak berasal dari bahasa Arab yakni isim mashdar dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan/ akhlaqan yang berarti kelakuan, tabi’at, dan watak dasar. Kata akhlaq أخلاق itu sendiri berasal dari bentuk jama’ sedangkan mufradnya adalah khuluq خلاق berarti budi pekerti. Kata akhlak itupun banyak ditemukan dalam ayat-ayat Al Qur’an maupun al-Hadits seperti ان هذا الاّ خلق الاوّلين الشعراء 137 Artinya Agama kami tidak lain hanyalah adat kebiasaan yang dahulu . QS. As-Syu’ara 137 Imam al-Ghazali 1059-1111 M dikenal sebagai Hujjatul Islam Pembela Islam terutama membela Islam dari berbagai paham yang menyesatkan, mengatakan secara lebih luas arti akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang mempelajari tentang akhlak • Ruang lingkup Akhlak Ruang lingkup akhlak meliputi 1 Akhlak terhadap Khaliq, diartikan sebagai sikap yang ditunjukkan oleh manusia kepada Sang Pencipta. Sikap tersebut ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta komitmen yang kuat untuk terus memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. 2 Akhlak terhadap makhluk, yaitu hubungan yang baik dengan makhluk lain, terutama sesama manusia, baik muslim maupun non muslim. 3 Akhlak kepada lingkungan, yaitu sikap seseorang terhadap lingkungan alam sekitarnya karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di bu,i untuk kepentingan manusia, sehungga manusia harus memeliharanya. b. Tasawuf dan ilmu tasawuf Secara etimologi, kata tasawuf التصوف berasal dari bahasa arab. Pertama, dari kata Shuf artinya bulu domba. Kedua, dari Ahl Al-Suffah berarti orang-orang yang ikut hijrah dengan Nabi dari Mekkah ke Madinah dan meninggalkan harta, rumah, dan tidak membawa apa-apa. Ketiga, dari kata Shafi atau Sufi yang berarti suci. Orang-orang ahli tasawuf adalah orang-orang yang mensucikan dirinya dari hal-hal yang berbau keduniawian. Keempat, dari kata Sophia atau Sophos yang berasal dari bahasa Yunani, berarti hikmat atau hikmah atau filsafat. Kelima, dari Saf berarti barisan. Menurut Abu Qasim al-Qusyaeri 376-466, tasawuf ialah penjabaran ajaran Alquran, sunnah, berjuang mengendalikan hawa nafsu, menjauhi perbuatan bid’ah, mengendalikan syahwat, dan menghindari sikap meringankan ibadah. Sedangkan Ilmu tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya diketahui hal ihwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari yang tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, dan perjalanan menuju keridhaan Allah dan meninggalkan larangan-Nya menuju kepada perintah-Nya. c. Akhlak tasawuf dan hubungannya dengan ilmu tauhid daan fiqih Tasawuf dan fiqih adalah dua ilmu yang saling melengkapi. Ilmu tasawuf berhasil memberi corak batin terhadap ilmu fiqih. Ilmu tasawuf menjadi penyempurna ilmu fiqih, sedangkan fiqih berperan bagaikan seorang hakim terhadap permasalahan tasawuf, fiqih menjadi pengarah dilakukannya suatu perbuatan tertentu. Dalam kaitannya dngan ilmu tauhid, ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Selain itu, ilmu tasawuf mempunyai fungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniah dalam perdebatan-perdebatan kalam. d. Tujuan dan manfaat mengkaji akhlak tasawuf . 1 Dengan mempelajari akhlak tasawuf kita dapat menghindari kajian akhlak yang hanya berada pada tataran pemikiran dan wacana yang tentu akan jauh untuk dapat memberikan kesan tersendiri pada mahasiswa terutama untuk memiliki akhlak mulia. 2 Dengan mengkaji akhlak tasawuf berguna untuk membatasi kajian salah satu aspek dalam dunia tasawuf yakni tasawuf akhlaki, yang berarti menitikberatkan pada akhlaki saja, bukan kepada tasawuf falsafi maupun amali. 3 Dan yang terpenting dari mempelajari akhlak tasawuf adalah cara membersihkan diri dari sifat tercela, menghiasi diri dengan akhlak mulia dan cara mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. 2. Sejarah dan Perkembangan Tasawuf Istilah tasawuf dikenal secara luas di kawasan Islam sejak penghujung abad ke-dua Hijriyah, sebagai perkembangan lanjutan dari kesalehan asketis atau para zahid yang mengelompok di serambi mesjid Madinah. Dalam perjalanan kehidupan, kelompok ini lebih mengkhususkan diri untuk beribadah dan pengembangan kehidupan rohaniah dengan mengabaikan kenikmatan duniawi. Tasawuf Pada Masa Sahabat Nabi, Atau Khulafa’ Al-Rasyidin maka perkembangan tasawuf abad ini yaitu pada masa Nabi, khulafa’ al-Rasyidin, dan masa ahlu Suffah, nampaknya istilah atau term penggunaan tasawuf untuk kehidupan rohani memang belum ada, tetapi tidak bisa di pungkiri faktanya bahwa Nabi dan para sahabatnya adalah praktisi yang dijadikan teladan para sufi sesudahnya. Dengan demikian kehidupan Nabi dalam segala hal di anggap, sebagai embrio yang selanjutnya tumbuh dan dikembangkan oleh para sahabat khulafa’ al-Rasyidin dan ahlu Suffah yang dianggap sebagai pelaku-pelaku ibadah yang konsisten mementingkan kehidupan rohani seperti yang dicontohkan oleh Nabi dan selanjutnya diikuti oleh orang-orang shaleh dan orang-orang sufi abad berikutnya. Munculnya Kehidupan zuhud Dari kondisi politik yang tidak kondisif, dan dari kondisi sosial yang tidak bermoral, maka muncul kaum muslimin yang merasa punya kewajiban moral mengingatkan penguasa, rakyat agar kembali pada kehidupan seperti yang dicontohkan Nabi. Tokoh-tokoh zahid yang termasyhur antara lain seperti Hasan al-Basri w. 728 M. Beliau banyak mempelajari ilmu yang sifanya moralitas sehingga ajaran itu sangat mempengaruhi pola pikiran, sikap dan perilakunya sehari-hari, dan dia juga dianggap sebagai tokoh oposisi moral. Memasuki akhir abad II H, terlihat adanya peralihan kehidupan zuhud ke istilah tasawuf. Hal ini di tandai dengan adanya para zahid-zahid yang mulai membicarakan konsep-konsep mengenai kehidupan yang berdimensi spiritual. Tokoh-tokoh zahid akhir abad II H, dan sudah mempunyai konsep tentang oleh rohani antara lain diwakili oleh Rabiahtul Adawiah, seorang zahid perempuan yang telah mengukir lembaran sejarah tasawuf dengan membawa versi baru yang bernama hubb cinta. Adanya term tasawuf pada akhir abad II H, tapi itu tidak berarti telah lahir sistem tasawuf sebagai suatu ilmu yang walaupun praktenya telah ada sejak masa Rasulullah. Namun ketika memasuki abad ke III H., perkembangan tasawuf sudah mulai jelas dan istilah tasawuf sudah dikenal secara meluas. 3. Akhlak Islami dan Pentingnya bagi kehidupan sehari-hari. Secara etimologi akhlak merupakan bentuk jamak dari “khuluk”,yang diartikan sebagai budi pekerti, peragai, tingkah laku, atau tabiat. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa akhlak adalah daya kekuatan sifat yang tertanam dalam jiwa dan mendorong perbuatan-perbuatan spontan tanpa memerlukan terlalu banyak pertimbangan dan pemikiran yang lama. Jadi, akhlak merupakan sikap yang melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan Sedangkan, Akhlak Islam adalah akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Akhlak Islam juga berarti tingkah laku manusia yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, ucapan, dan pikiran yang sifatnya membangun, tidak merusak lingkungan dan tidak pula merusak tatanan sosial budaya dan tidak pula bertentangan dengan ajaran Islam, namun berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits. Akhlak Islam sangatlah penting untuk kehidupan sehari-hari karena Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. Karena itu, selain akidah, akhlak tidak dapat dipisahkan dengan syari’ah. Dan akhlak Nabi Muhammad, yang diutus menyempurnakan akhlak manusia, disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. 4. Rasulullah sebagai Tauladan. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Akhlak dengan takwa merupakan buah pohon Islam yang berakar akidah, bercabang dan berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak , dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah sunnah dalam bentuk perkataan Rasulullah. Diantaranya adalah »إنما بعثت لأتم صالح الاخلق» “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” Tarmizi. Dan akhlak Nabi Muhammad, yang diutus menyempurnakan akhlak manusia, disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. Aqur’an banyak sekali memberi informasi tentang manfaat akhlak yang mulia itu. Allah berfirman yang artinya Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. An-Nahl, 16 97. 5. Diantara 7 sunnah Rasulullah yang harus diketahui dan diamalkan 1. Shalat tahajud, shalat sunnah yang dilakukan di malam hari, lebih utama sepertiga malam terkhir, setelah tidur. Shalat tahajud memiliki beberapa keutamaan, diantaranya semakin mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, membentuk karakter atau kepribadian yang shalih, menghapus atau menghilangkan segala keburukan, mencegah penyakit jasmani, serta mencapai kemuliaan dan kejayaan di dunia dan akhirat. 2. Membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya, karena membaca Al-Qur’an merupakan dzikir yang paling utama, yang setiap hurufnya mendapat sepuluh jenis kebajikan, serta merenungkan maknanya untuk diterapkan dalam kehiupan sehari-hari. 3. Shalat berjamaah di masjid, utamanya bagi kaum laki-laki merupakan perintah agama yang harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, terutama pada waktu isya’ dan shubuh. 4. Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit sebagai rasa syukur kepada Allah sekaligus doa agar apa yang diberikan Allah selalu memiliki nilai barakah, serta sebahai perwujudan shadaqah bagi seluruh anggota tubuh. 5. Menjaga wudhu, upaya pembersihan diri dari dosa-dosa yang melekat dan diproduksi oleh anggota tubuh dan upaya persiapan diri jika sewaktu-waktu meninggal, maka akan meninggal dalam keadaan suci. 6. Bershadaqah, kewajiban setiap muslim yang harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, yang dipercaya dapat menolak bencana, memadamkan murka Allah, memadamkan dosa dan kesalahan. 7. Istighfar, dzikir utama yang memiliki efek luar biasa, baik untuk kemanfaatan dunia maupun akhirat karena Allah menjanjikan bagi siapa saja yang selalu beristighfar dan bertaubat akan mendapatkan berbagai kenikmatan dan kesenangan selama hidupnya di dunia. 8. Akhlak mahmudah dan Mazmumah Akhlak mahmudah atau di sebut juga akhlaqul karimah artinya “Baik” dalam bahsa arab disebut “khair. Akhlak mahmudah adalah akhlak atau budi pekerti positif adalah segala tingkah laku, tabiat, watak, dan perangai yang sifatnya benar, baik secara akal maupun norma agama. Akhlakul karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji. Orang yang memiliki akhlak terpuji ini dapat bergaul dengan masyarakat luas karena dapat melahirkan sifat saling tolong menolong dan menghargai sesamanya. Cara menggapainya yaitu dengan membiasakan berbuat baik, Akhlak yang baik bukanlah semata-mata teori yang muluk-muluk, melainkan ahklak sebagai tindak tanduk manusia yang keluar dari hati. Akhlak yang baik merupakan sumber dari segala perbuatan yang sewajarnya. Contoh Akhlak Mahmudah yaitu Husnuzan baik sangka , Tawaduk rendah hati, tasamuh tenggang rasa, saling menghormati dan saling menghargai, Ta’awun saling menolong dan lain-lain. Akhlak mazmumah ialah perangai atau tingkah laku yang tercermin pada diri manusia yang cenderung melekat dalam bentuk yang tidak menyenangkan orang lain. Atau Segala yang tercela, lawan baik, lawan pantas, lawan bagus, perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma atau agama, adat istiadat, dan masyarakat yang berlaku. Jadi akhlak mazmumah adalah tindakan tidak terpuji, tidak menyenangkan dan menyakiti yang tidak sesuai dengan akal dan norma agama. Contoh Akhlak Mazmumah yaitu Hasad Iri hati, dengki, Dendam, Ghibah dan Fitnah, Namimah Adu domba atau namimah dan lainnya. Penyebab dari dimilikinya akhlak madzmumah antara lain adalah lemahnya iman dan tauhid, tidak dipahaminya Al-Qur’an dan Sunnah dengan baik, ketidakmampuan untuk merepresentasikan ibadahnya dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak mampu mengontrol hawa nafsu. 9. Syari’at, Thariqat, haqiqat dan ma’rifat. Syari’at adalah kualitas amalan lahir – formal yang ditetapkan dalam ajaran agama melalui Al Qur’an dan Sunnah. Atau hukum suci yang diwahyukan, ajaran atau aturan yang diwahyukan. Syari’at jika diartikan sebagai ilmu riwayah adalah ilmu teoretis tentang segala macam hukum sebagaimana terurai dalam ilmu fiqih atau ilmu lahiriah. Sedangkan syari’at dalam arti dirayah adalah makna bathiniah dari ilmu lahiriah atau makna hakikat dari ilmu fiqih. Syari’at dalam konotasi dirayah ini kemudian dikenal dengan nama ilmu tasawuf. Syari’at menampakkan hukum ilahi haqiqat. Ia memberikan prinsip dan sarana bagi manusia untuk mengembangkan pengetahuan haqiqi dan memperoleh sifat-sifat akhlak mulia. Mereka yang mengenal Allah tidak pernah meningggalkan hukum sucinya. Thariqat secara bahasa berarti jalan atau metode. Sedangkan thariqah dalam istilah tasawuf diartikan sebagi suatu metode praktis untuk membimbing seorang pencari salik, thalib, murid dengan menelusuri jalan berfikir, merasa dan bertindak melalui tahapan-tahapan menuju pengalaman realitas ketuhanan haqiqat. Menurut istilah tasawuf, thariqat adalah perjalanan khusus bagi para sufi yang menempuh jalan menuju SWT. Perjalanan yang mengikuti jalur yang ada melalui tahap dan seluk beluknya. Menurut Khalil A. Bamar bahwa tujuan thariqat adalah mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah, agar bisa mencapai jalan tersebut maka penganutnya harus mempelajari kesalahan dan dosa-dosa yang diperbuatnya, kemudian melakukan perbaikan yang selanjutnya meminta ampunan kepada Allah. Haqiqat merupakan unsur ketiga setalah syari’at hukum yang merupakan kenyataan eksoteris, thariqat jalan sebagai tahapan esoterisme’ yang ketigahaqiqat, yakni kebenaran yang esensial. Haqiqat adalah kemapuan seseorang dalam merasakan dan melihat kehadiran Allah di dalam syari’at itu. Dalam dunia sufi, haqiqat diartikan sebagai aspek bathin dari syari’at, sehingga haqiqat adalh aspek yang paling penting dalam setiap amal, inti dan rahasia dari syari’at yang merupakan tujuan perjalanan salik. Ma’rifat secara bahasa berasal dari bahasa Arab arafa, ya’rifu, arafah, Irfan dan Ma’rifah yang berarti pengetahuan yang sangat jelas. ma’rifat dalam istilah tasawuf adalah pengetahuan yang mengenai Tuhan melalui pengalaman langsung Korelasi Syariat, Thariqat, Haqiqat, dan Ma’rifat yaitu • Syari’ah merupakan peraturan • Tariqah merupakan cara melakukan peraturan • Haqiqah merupakan keadaan yang dirasakan setelah melaksanakan peraturan tersebut. • Ma’rifah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sufi Syari’at dan haqiqat adalah ibarat wadah dan isi, yang lahir dan yang bathin, ibarat gelas dan air yang ada di dalam gelas. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Shalat dilihat dari sisi syari’at adalah perbuatan dan perkataan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam beserta rukun-rukunnya dan inti dari shalat adalah mengingat Allah. Dan pada akhirnya akan mencapai hakikat dan ma’rifat dengan melalaui berbagai jalan. 10. Maqam dan Ahwal Secara harfiah, maqamat merupakan jamak dari kata maqam yang berarti tempat berpijak atau pangkat mulia Maqam adalah hasil usaha manusia dengan kerja keras dan keluhuran budi pekerti yang dimiliki hamba Tuhan yang dapat membawanya kepada usaha dan tuntunan dari segala kewajiban. Sedangkan dalam ilmu tasawuf, maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupun mujahadah. Di samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seseorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah SWT Tentang jumlah tangga atau maqamat yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk sampai menuju Tuhan, di kalangan para sufi tidak sama pendapatnya. Namun maqamat yang telah sepakati diantaranya yatu al-taubah, al-zuhud, al-wara’, al-faqr, al-shabr, al-tawakkal dan al-ridla. a. Taubat pengertian taubat bagi kalangan sufi adalah memohon segala ampun atas segala dosa yang disertai dengan penyesalan dan berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut dan dibarengi dengan melakukan kebajikan yang dianjurkan oleh Allah. b. Zuhud zuhud dapat diatikan sebagai sikap mental untuk menjauhkan diri dari kehidupan di dunia demi akhirat, dengan kata lain menyeimbangkan antara aspek-aspek lahiriah dan batiniah, jasmaniah,dan rohaniah. c. Wara’ wara’ adalah mensucikan hati dan berbagai anggota badan. Sedangkan dalam Kamus Tasawuf, dinyatakan bahwa wara’ adalah menjaga diri dari berbuat dosa, atau berbuat maksiat sekecil apapun d. Faqr faqr adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada kita. Tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban. Tidak meminta sungguhpun tak ada pada diri kita, kalau diberi diterima. Tidak meminta tetapi tidak menolak. e. Sabar sabar erat hubungannya dengan pengendalian diri, pengendalian sikap, dan pengendalian emosi. Oleh sebab itu, sikap sabar tidak bisa terwujud begitu saja, akan tetapi harus melalui latihan yang sungguh-sungguh. f. Tawakal tawakal adalah pasrah dan mempercayakan secara bulat kepada Allah setelah melaksanakan suatu rencana dan usaha. g. Ridla Kata al-Junaid, arti ridla meninggalkan usaha tark iktiari sedangkan Dzu al-Nun al-Mishri mengatakan, ridha itu ialah menerima tawakal dengan kerelaan hati. Menurut al-Nun, tanda-tanda orang yang sudah ridha itu ada tiga yakni mempercayakan hasil usaha sebelum terjadi ketentuan, lenyapnya resah gelisah setelah terjadi ketentuan, dan cinta yang bergelora dikala turunnya malapetaka. Sedangkan, Ahwal adalah jamak dari hal yang berarti keadaan atau situasi kejiwaan state. Secara terminology Ahwal berarti keadaan spiritual yang menguasai hati. Maksudnya, hal adalah kondisi sikap yang diperoleh seseorang yang datangnya atas karunia Allah SWT kepada yang dikehendaki, baik sebagai buah dari amal saleh yang mensucikan jiwa atau sebagai pemberian semata. Ahwal merupakan anugerah Allah atau keadaan yang datang tanpa wujud kerja. aplikasi ahwal atau Tahapan-tahapan ahwal yaitu a. Muraqabah Meyakini bahwa Allah selalu mengawasi seluruh aktivitas baik lahir maupun batin. Contohnya seseorang takut untuk berbuat dosa karena meyakini bahwa Allah selalu mengawasinya. b. Mahabbah Cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Contohnya melaksanakan seluruh perintahnya dengan ikhlas dan senang hati serta menjauhi larangannya. c. Khauf Rasa takut pada apa yang akan terjadi di masa depan. Contohnya seseorang takut untuk melakukan perbuatan tercela dan terdorong untuk melakukan perbuatan baik. d. Raja’ Berharap akan sesuatu yang diinginkan. Contohnya seseorang menjadi bersemangat dalam upaya mewujudkan harapannya dan menjadi tidak mudah putus asa. e. Al-syauq Rindu untuk bertemu dengan Tuhan. Contohnya seseorang senang ketika shalat, karena saat shalat ia dapat bertemu dengan Tuhan dan dekat dengan-Nya. f. Al-uns Perasaan selalu memiliki teman dan tidak sendiri. Contohnya seseorang yang secara lahiriyahnya sendiri namun tidak pernah merasa sendiri secara batiniyahnya, karena ia meyakini Allah selalu menemaninya. 11. Penjelasan dari beberapa istilah a. Shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. 1 Shidiq, secara harfiah artinya adalah benar atau jujur. artinya adalah berkata benar dan berbuat benar. Shidiq merupakan salah satu sifat nabi Muhammad SAW yang patut diteladani. Contoh Ketika kita diminta menjadi saksi suatu kejadian, maka harus berkata jujur atau benar sesuai kenyataan. Dan jika kamu khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Al-Anfal 58 2 Amanah, artinya dapat dipercaya. Jika seseorang diberikan tanggung jawab, maka ia dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan baik. Contohnya. Ketika kita diberi kepercayaan untuk menyampaikan titipan kepada seseorang, maka hendaknya disampaikan kepada yang berhak. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. An-Nisa 58 3 Tabligh, artinya menyampaikan. Tabligh merupakan salah satu sifat yang dimiliki nabi Muhammad, yaitu menyampaikan semua firman Allah yang diturunkan kepadanya dan tidak mungkin disembunyikan. Contohnya. Menyampaikan apa-apa yang baik tanpa dilebihkan atau dikurangkan. 4 Fathonah, artinya cerdas. Nabi Muhammad sebagai seorang yang cerdas mampu menjeaskan firman Allah kepada orang lain sehingga kebanyakan mereka masuk islam. Contohnya. Semangat sebagai generasi Islam untuk mencari Ilmu Uthlubul ilma minal mahdi ilallahdi . Yang mempunyai akal yang cerdas; dan Jibril itu menampakkan diri dengan rupa yang asli. An-Najm 6 b. Ihsan, yaitu kita menyembah Allah seakan-akan kita melihat Allah, dan apabila kita tidak mampu melihatNya maka Sesungguhnya kita yakin bahwa Allah melihat apa yang kita perbuat. Contoh. Selalu menyegerakan sholat dan mendirikannya, bersedekah dengan sembunyi- sembunyi sehingga hanya Allah yang tahu. Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Al-Qashas 77 c. Sabar, yaitu sikap menerima segala keadaan dan tabah dalam menghadapi kesulitan tanpa ada rasa kesal dalam hati. Dan menjadikannya sebagai cobaan atau bukti kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya. Contohnya ketika ditimpa musibah, kita tidak putus asa dan selalu berhusnudzon. Begitu pula ketika bahagia kita tidak berlebihan. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ Al-Baqarah 153 d. Syukur secara etimology berarti Terminologi adalah perasaan gembira dan puas serta berterimaksih atas nikmat dan anugerah Allah yang dilimpahkan kepadanya, baik itu sesuai/ tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sikap dan sifat syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk amal ibadah dan ikhtiar yang meningkat lillahi ta’ala. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. Al-Baqarah 152 e. Ikhlas, secara bahasa artinya bening shafa, segala dosa hilang darinya. Sedangkan Menurut istilah syariat Islam, ikhlash ialah mengerjakan amal ibadah semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT. Contoh Apa yang kita miliki suatu saat akan kembali kepada sang kholiq, ketika kita kehilangan sesuatu atau seseorang, maka ikhlas dan yakin Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Katakanlah “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan Hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. Al-Baqarah 139 f. Tawakka merupakan sikap mental seorang / hasil dari keyakinannya kepada Allah, karena di dalam tauhid ia meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Keyakinan inilah mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Contohnya kertika kita hendak mencapai suatu target, maka ikhtiyar itu pasti dan diiringi Do’a selanjutnya menyerahkan segala kepada Allah. Dan mereka orang-orang munafik mengatakan “Kewajiban kami hanyalah taat”. tetapi apabila mereka Telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari mengambil keputusan lain dari yang Telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. An-Nisa 81 g. Ridha, menurut bahasa artinya senang, suka, rela. Ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam merespon semua pemberian-Nya yang setiap saat selalu ita rasakan. Jadi Ridho dapat diartikan suatu sikap terpuji, ia menerima dengan senang segala apa yang diberikan oleh Allah SWT baik berupa peraturan hukum atau pun qada’ atau sesuatu ketentuan dari Allah SWT. Contohnya Rela dan senang ketika ditempatkan pada suatu keadaan, walaupun itu bukan yang kita harapkan. Mereka bersumpah kepada kamu dengan nama Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin. At-Taubah 62 h. Wara’ Secara etimologi berasal dari kata al-wara’ artinya saleh, menjauhkan diri dari perbuatan fujur atau dosa . arti yang lain menjauhi hal-hal yang tidak baik. Dalam tasawuf al-wara’ adalah meninggalkan segala didalamnya terdapat keraguan-keraguan antara halal dan haram syubhat . Contohnya berusahan mengindari hal-hal yang tidak pasti atau meragukan dari segi hukum. Dan senantiasa bertaubat setiap saat. “ Barangsiapa yang dirinya terbebas dari syubhat, maka sesungguhnya ia telah terbebas dari yang haram.” HR. Bukhari i. Zuhud, berasal dari kata al-Zuhud berarti tidak ingin kepada sesuatu yang bersifat keduniawian. Contoh menjadikan dunia hanya tempat berpijak sementara, dan tidak menjadikan perkara dunia adalah segalanya. قُلْ مَتَٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلأَخِرَةُ خَيرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا “Katakanlah kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”QS. An-Nisa 77 j. Riya’ atau pamer, melakukan amal bukan mengharap ridha Allah tetapi mencari pujian dan kedudukan di mata manusia. Riya’ salah satu syirik kecil yang dapat merusak dan melunturkan amal ibadah serta kebaikan di hadapan Allah. Riya’ muncul akibat tipisnya iman yang dimilikinya.\ Contoh melakukan suatu perkara baik / ibadah dhadapan orang lain dengan tujuan disanjung dan mendapat tempat dihati banyak orang. Dan juga orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka Karena riya’kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, Maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. An-Nisa’ 38 k. Ujub atau bangga pada diri. Orang yang membanggakan diri hina dihadapan Allah, Allah akan memutus bantuan dan taufiq darinya karena Rasa ujub itu merusak amal shaleh dan kebajikan. Bahkan mencabut nilai ibadah seorang hamba, yang menjadi tujuan hidup kerugian adalah hal yang akan didapatkan. Contoh dengan sengaja membanggakan diri baik itu dari kecantikan, harta, tahta bahkan kecerdasan. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Al-Isra’ 37 l. Sum’ah adalah melakukan ibadah dengan benar dan ikhlas karena Allah tetapi kemudian menuturkan kebaikannya kepada orang lain agar orang lain berbuat baik kepada dirinya. Pengertian sum’ah dan riya’ hampir sama, melakukan hal baik bukan karena menginginkan ridho Allah tetapi lebih karena menginginkan pujian ataupun balasan kebaikan dari orang lain. Contohnya Dengan sengaja mengumumkan apa yang dia wakafkan dengan besar dan nominal yang disebut dengan jelas dan diulang-ulang di berbagai majlis. Siapa yang melakukan sum’ah maka akan diperlakukan sum’ah oleh Allah dan siapa uang berlaku riya’ maka akan dibalas riya’. Bukhari m. Takabur adalah membesarkan diri, menganggap dirinya lebih dari orang lain. Orang memuja-muja dirinya sendiri mengakibatkan takabbur, tetapi yang baik hormatilah dirimu dan hormatilah pula orang lain. Contohnya merasa dirinya adalah orang hebat dan merendahkan orang lain baik dari segi kemampuan dan kedudukan, Dan Ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Al-Baqarah 34 n. Itba’ul hawa artinya menuruti hawa nafsu, sedangkan menurut istilah adalah orang yang hatinya selalu mengikuti perbuatan buruk yang telah diharamkan syariat. Nafsu yang dimaksud adalah nafsu syai’ah Buruk, dimana jika nafsu itu selalu dituruti maka dia akan semakin menguasai hati dan akal, sehingga nafsu ini yang dapat merusak amal ibadah kita. Contoh berzina, baik itu zina hati, mata dan lainnya Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah penguasa di muka bumi, Maka berilah Keputusan perkara di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, Karena mereka melupakan hari perhitungan. Shaad 26 12 o. Thama’ berasal dari bahasa Arab yang artinya serakah, rakus. Yang dimaksud thama’ menurut tarajumah adalah rakus hatinya. Sedang menurut istilah adalah kecintaan yang berlebihan terhadap dunia tanpa menghitungkan haram maupun halal cara mendapatkannya. Contohnya apa yang menjadi hak orag lain ingin dia kuasai sendiri, terlebih pada harta benda. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Al-Hadid 20\ 12. Sayyidul istighfar Makna istighfar akan lebih terasa bagi orang yang senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT, sebab akan merasakan naungan-Nya dan senantiasa optimis menjalani hidup tanpa diliputi sedikitpun rasa pesimistis. Ada begitu banyak macam istighfar, yang terpenting adalah istighfar yang paling mulia dan besar pahalanya serta paling besar peluang untuk dikabulkan adalah istighfar yang dimulai dengan memuji Allah, kemudian mengakui segala dosa yang dilakukan. Namun ada bacaan istighfar yang dikenal dengan sayyidul istighfar king of istighfar atau penghulu istighfar yang bersumber dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Syidad bin Aus RA أَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ اِلهَ اِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ Ya Allah, Engkaulah Tuhan hamba, tidak ada yang patut disembah selain Engkau. Engkaulah yang menciptakan hamba, sementara hamba adalah hamba-Mu. Hamba akan setia pada perjanjian hamba dengan Mu, semampu hamba. Hamba berlindung kepada Engkau dari keburukan yang hamba lakukan. Hamba mengakui nikmat-Mu kepada hamba dan hamba mengakui atas dosa hamba. Maka, ampunilah hamba, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Ada sebuah hadist yang menjelaskan tentang sayyidul istighfar ini, yaitu dari HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97 yang berbunyi “Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.”